Rabu, 28 September 2011

Sistem Informasi Manajemen pada Swalayan ADA Semarang

Terjadinya perubahan yang berlangsung secara cepat memerlukan penggunaan informasi untuk menambah pengetahuan dan mengurangi ketidakpastian bagi pengguna informasi. Dengan kata lain kemempuan manajemen memanfaatkan informasi dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial akan turut menentukan berhasil tidaknya manajemen yang bersangkutan meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi yang dipimpinnya.
Manajer membuat keputusan dan memecehkan masalah dan informasi digunakan dalam membuat keputusan. Dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah secara timbal balik memerlukan informasi yang tepat dansesuai dengan kebutuhan informasi masing-masing tingkatan manajemen, sehingga informasi harus dikelola secara sistematis. Pengelolaan informasi secara sistematis dilakukan oleh sistem informasi.
Sistem informasi berbasis komputer bersandar pada perangkat keras dan perangkat lunak teknologi komputer untuk memproses dan menyebarkan informasi. Sistem informasi berbasis komputer disusun, didesain dan diimplementasikan dengan menggunakan beberapa bentuk proses yang dikembangkan dengan sistematis. Aktifitas utama seperti analisa, desain, implementasi dan pemeliharaan harus dilakukan dan dikelola dalam suatu siklus pengembangan.

Sistem Informasi Manajemen pada Swalayan ADA Semarang
Sistem ini dibangun untuk meningkatkan kontrol baik terhadap tingkat pembelian, persediaan barang maupun omset supermarket tersebut. Karena supermarket merupakan pasar modern yang harus menyediakan kebutuhan harian, maka dengan bantuan Sistem Informasi Manajemen ini pihak pengelola dapat mengetahui setiap saat jenis barang yang harus di order kembali, diretur atau tidak dipesan lagi karena tidak terjual dalam jangka waktu lama.
Komponen yang terlibat :
Arus utama adalah Material, yaitu bahan makanan dan barang-barang lain yang dijual.
Arus personil terdiri dari manajer toko, kasir, staf gudang, pramuniaga dan orang-orang yang dipekerjakan.
Mesin atau alat pembantu yang dipergunakan seperti alat pembaca barcode, komputer, printer, kalkulator, telepon. Selain itu ada lemari pendingin, rak dan showcase.
Arus uang berasal dari jalur pelanggan dan dikeluarkan lagi dalam bentuk pembayaran kepada pemasok, pegawai, pemerintah (pajak).

Proses :
Pada awalnya barang yang masuk di proses di bagian gudang, apakah barang itu bagus dan berkualitas tinggi,serta pengelompokan barang-barang yang masuk. Setelah mengetahui barang bagus dan sudah terkelompok dengan baik, barang di input di bagian data, agar mengetahui jangka waktu barang akan di jual,dan berkualitas baik. Setelah itu, barang di berikan barcode sesuai dg code-code yang di berikan pada barang tersebut, agar konsumen nyaman dalam berbelanja, kemudian pramuniaga maupun sales penjualan mengecek barang-barang display toko yang kurang maupun yang habis stok tokonya untuk mengambil ke gudang dengan melakukan transfer dari gudang ke toko untuk memotong stok gudang dan menambah stok toko. Setelah semua tersusun dengan baik, barang yang akan di beli konsumen di scan menggunakan barcode pada bagian kasir
dan data akan mengetahui barang yang terjual dan secara otomatis memotong stok toko.

Output :
Manajer menerima sejumlah laporan yang menunjukan barang mana yang laku dan mana yang kurang laku. Manajer menanggapi laporan tersebut dengan mengambil tindakan seperti menyesuaikan jumlah pesanan, mengatur ulang rak, mengadakan obral serta promosi guna meningkatkan penjualan. Laporan yersebut juga menunjukan jam-jam dan hari-hari saat tingkat penjualan tinggi dan rendah. Informasi ini berguna untuk mengatur dan menjadwalkan karyawan agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan.
Manajer swalayan menggunakan informasi dari pengolah informasi, ditambah dengan standar-standar sebagai dasar untuk mengambil keputusan dan melakukan perubahan yang diperlukan dalam sistem fisik agar pasar swalayan dapat terus bekerja menuju tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar